Bappeda Tolak Usulan Pemisahan Oleh Pokja
Bojonegara Jadi Free Trade Zone
Sumber: Radar Banten
SERANG – Ketua Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Serang Pandji Tirtayasa menyayangkan usulan masyarakat Bojonegara-Puloampel yang menginginkan daerahnya masuk wilayah Kota Cilegon. Padahal menurut Pandji, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sudah meerncanakan kedua wilayah kecamatan tersebut akan dijadikan sebuah kota mandiri.
Dilanjutkan, dengan banyaknya potensi di kedua wilayah itu, maka Pemkab melalui Bappeda telah merencakan daerah itu untuk dijadikan kawasan free trade zone. “Itu sesuai dengan revisi Undang Undang Nomor 22 tahun 99 tentang Pemerintahan Daerah,” katanya. Bahkan, hal tersebut telah dituangkan ke dalam Rencana Dasar tata Ruang (RDTR) Bappeda Serang. Keseriusan Pemkab Serang tersebut telah dibuktikan dengan pembangunan pelabuhan internasional yang saat ini tengah dikerjakan. “Pembangunan pelabuhan internasional dikerjakan oleh PT Pelindo,” ujarnya.
Kata Pandji, Pemkab Serang tidak hanya berencana sampai di situ saja. Bappeda telah merencanakan wilayah Bojonegara-Puloampel menjadi kota sendiri. “Rencanananya sepuluh tahun kedepan hal itu terwujud,” tegasnya.
Awalnya, pemerintah mendorong pembentukan itu dengan pembangunan infrastruktur melalui PT Pelindo. Untuk itu, dia berharap PT Pelindo segera membangun infrastruktur di Bojonegara. Dengan begitu, sebuah kota akan terbentuk dengan sendirinya. Dia mencontohkan, pembentukan Kota Cilegon yang membangun adalah PT Krakatau Steel. “Untuk awalanya, kedua wilayah itu akan kami jadikan kawasan free trade zone (kawasan perdagangan bebas),” kata Pandji, kemarin.
Menanggapi usulan Pokja Masa Depan Bokonegara-Puloampel tersebut, dengan tegas Pandji menolak kedua daerah ini masuk wilayah kota Cilegon. Alasannya dilihat dari letak geografis, kedua daerah itu lebih bagus dari kota Cilegon. Apalagi, dengan luas kawasan mencapai 2.500 hektar. “Coba bayangkan, Cilegon mempunyai kawasan industri seluas 750 hektar saja dapat melakukan pembangunan seperti itu. Apalagi Bojonegara yang mempunyai luas kawasan industri lebih besar ditambah adanya pelabuhan internasional. Apa tidak sayang jika Bojonegara dan Puloampel masuk Kota Cilegon,” kata Pandji.