Kami ada bukan sembako dan uang receh kami ada karena kami peduli KOTA SERANG, terima uangnya ambil sembakonya pilih yang pantes,kuras uangnya………..!!!!!!
Adalah fansclub Pemuda Pantes lihat blog kami di www.panteslover.blogspot.com
Kami ada bukan sembako dan uang receh kami ada karena kami peduli KOTA SERANG, terima uangnya ambil sembakonya pilih yang pantes,kuras uangnya………..!!!!!!
Adalah fansclub Pemuda Pantes lihat blog kami di www.panteslover.blogspot.com
Posted in Alasan Memilih H.Pandji Tirtayasa | Tags: panteslover
Serang adalah Kota yang baru lahir yang sangat membutuhkan figur yang berpengalaman di bidang pemerintahan, maka serang sangat membutuhkan figur pemimpin yang sudah mengerti betul apa yang di butuhkan masyarakat Kota Serang, Oleh karna itu Sangat lah tepat jika Serang di pimpin oleh seorang Birokrat murni, yang mengerti karakteristik pembanguna KOTA SERANG, ini bukan lelucon murahan SERANG di jadikan ajang uji, sekelompok orang untuk menilai kemampuan berpolitiknya, pengusaha, yang jelas-jelas hanya mementingkan kroni dan konco-konco nya ikut-ikutan pawai/uji ketenaran, penyanyi dangdut yang cuma bisa goyang ikut dalam ajang pentas pilkada Kota Serang, yang tak mengerti betul bagai mana SERANG, dan Masyarakatnya, dengan sembako dan uang receh sebagian dari mereka mencoba menarik simpati masyarakat SERANG yang kurang berpendidikan, mau di bawa kemana kota SERANG,
SERANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang masih memprioritaskan sektor pendidikan dalam rencana pembangunan (Renbang) Kabupaten Serang tahun 2009.
Pasalnya, pendidikan merupakan penyebab terjadi kemiskinan.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bappeda Kabupaten Serang Pandji Tirtayasa kepada Radar Banten di sela-sela acara Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Serang di Aula Setda II Kabupaten Serang, Selasa (15/4).
Dikatakan Pandji, prioritas pembangunan sektor pendidikan pada tahun 2009 itu sendiri dilakukan secara bervariasi. “Artinya, pembangunan sektor pendidikan tidak sekadar pembangunan fisik atau sarana dan prasarana sekolah, melainkan pembangunan yang lebih menekankan peningkatan kompetensi para pendidik dan peningkatan efektivitas belajar mengajar, sehingga dihasilkan lulusan yang berkualitas. Nah, di tahun 2009, prioritas anggaran pendidikan sebesar 22-25 persen,” ujarnya seraya mengatakan sebagai konsekuensinya, ada anggaran sektor lain yang bakal tersedot atau dikurangi.
Menurut Pandji, sektor pendidikan diprioritaskan karena pendidikan merupakan awal mula terjadinya masalah kemiskinan atau kesehatan yang berujung pada masalah kesejahteraan masyarakat.
“Bila pendidikan masyarakat berkualitas, kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” ujarnya
|
|
|
|
|
Website Link www.radarbanten.com
Posted in google
Biodata Calon Wakil Walikota Serang H.Tb Ali Rachman HS
Posted in Biodata Calon Walikota & Wakil Walikota | Tags: Biodata
Untuk melihat Biodata H.Pandji Tirtayasa Klik di bawah ini
Posted in Biodata Calon Walikota & Wakil Walikota | Tags: Biodata
Serang, TRIBUN- Survey yang di lakukan The Bright Institute (TBI) menyebutkan calon dari kalangan birokrat sangat berpeluang menang dalam Pilkada Kota Serang. Pasalanya, sebagai Kota yang baru terbentuk, Kota Serang membutuhkan figur yang mengerti pemerintahan. Demikian di ungkapkan oleh Cecep Abdul Hakim selasa (15/7) kemarin
Cecep Abdul Hakim yang melakukan survey secara independen beberapa waktu lalu menjelaskan, dari survei yang di garap secara proposional dan dilakukan berdasarkan sempel yang terdiri dari berbagai kalangan ini, menempatkan kalangan birokrat dalam posisi tertinggi untuk di pilih oleh masyarakat.
“Sebagai Kota yang baru terbentuk yang membutuhkan seorang yang ahli dibidang pemerintahan, dengan kondisi masyarakat yang cukup resional, para calon dari kalangan ini diuntungkan.” ungkapnya
Diutarakan oleh Cecep, melihat kebutuhan, Kota Serang bisa di jalankan secara baik dalam kurun waktu 3 sampai 4 tahun kedepan jika pemimpin yang muncul untuk kota baru tersebut dari kalangna birokrat, alasannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus dengan strukturalisasi yang rapih dalam bidang pemerintahan.” Kalau selama ini banyak kalangan merasa mampu untuk memimpin Kota Serang, namun survey yang kami lakukan hanya kalangan birokrat yang ahli dan minimal menguasai menajemen pemerintahanlah yang banyak di butuhkan oleh masyarakat, “terangnya.
Disinggung kalangan mana birokrat yang memiliki modal keahlian sesuai pilihan masyarakat yang di surveynya, Cecep membeberkan, saat ini ada beberapa kalangan birokrat yang tampil dalam Pilkada Kota Serang antara lain Pandji Tirtayasa (Kepala Bappeda Kabupaten Serang) Deden Apriyandhi (Kasi Pemuda dan Olahraga Pemprof Banten) Rizal Firdaus (Kantor Penghubung Banten) dab Bunyamin (mantan Bupati Serang) dan Tb.Alirachman (Camat Kasemen)
” dari seluruh birokrat ini, Pandji ada di posisi teratas, Dengan indikator popularitas dan kearifan serta keberhasilan dalam mengemban tugas dalam birokrasi pemeritahan selama menjadi birokrat,” tukasnya.
Sementara itu hasil survey yang dilakukan juga meliputi tentang peluang calon perseorangan dan calon yang di usung oleh partai. utuk calon Perseorangan calon teratas masih di tempati oleh pasangan H.Pandji Trtayasa-Tb.Alirachman sedangkan dari kalangan politisi (dukungan partai) ditempati oleh pasangan H.Ade- Juhaeni M Rois
Di hubungi terpisah mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Sultan Maulana Hasanudin , Serang periode 2007-2008, Adel Abdilah berpendapat, ” kendati peluang birokrat tinggi namun kalangan politisi juga sangat berpeluang dalam memenangkan Pilkada Kota Serang.
“Kalau pilihan kebutuhan untuk Kota Serang, memang kalangan birokratlah yang di butuhkan , hanya saja untuk kekatan basis massa, Konstituens politisi (yang didukung partai) cukup punya pengaruh yang besar untuk memenangkan Pilkada, “imbuhnya yang masih berstatus Mahasiswa IAIN SMH ini (Sns)
SERANG, TRIBUN—Setelah sebelumnya kader Partai Golkar memeilih mendukung Calon Perseorangan ketimbang bakal calon (balon) yang diusung partainya. Kali ini giliran Fungsionaris Partai Demokrat yang memberikan dukungan terhadap balon dari unsur perseorangan.
Hal tersebut diketahui setelah Tim Sukses pasangan Pandji Tirtayasa-Tb Alirachman membentuk tim sukses untuk menguatkan barisan pemenangan pasangan tersebut.
Dikatakan oleh Ketua Media Centre Pandji-Alirachman, Tairman Ellon, dari beberapa tim inti pasangan Pandji Tirtayas-Tb Alirachman, terdapat didalamnya beberapa fungsionaris Partai Demokrat, hanya saja pihaknya enggan menunjukkan nama-nama kader Partai Demokrat tersebut.
“Hari ini (kemarin, red) kita telah membentuk jaringan Tim Pemenangan Pandji-Alirachman, yang fungsinya untuk mengantarkan pasangan ini mencapai pemenangan pada Pilkada Kota Serang,” kata Tairman yang juga manatan Sekretaris Partai Demokrat Kota Serang.
Selain itu, tim yang dibentuk kali ini terdiri dari tim inti hingga coordinator-koordinator tingkat desa.kelurahan se Kota Serang. Dimana didalamnya ada Tim Kampanye, Tim Konsoludiasi Massa, Tim Investigasi, Tim Media dan Tim Keamanan.
“Kita akan mulai dengan menyebarkan semua kekuatan yang kita miliki ini untuk mensukseskan pasangan yang maju dari perseorangan,” tukasnya.
Disinggung tentang adanya anggota partai dalam tim yang dibentuk tersebut, Tairman saat ini tidak memaksakan mereka untuk masuk dalam bagian ini. Hanya saja menurutnya, keinginan beberapa kader Demokrat dalam tim tersebut karena keinginan mereka sendiri.
“Saya tidak pernah meminta kepada mereka, hanya saja mereka datang dan menganggap Pandji memiliki potensi untuk memenangkan Pilkada,” tegasnya seraya menutupi nama-nama kader dan fungsionaris partai politik dalam timnya itu.
Keterangan yang didapatkan Tangerang Tribun diantara nama fungsionaris Demokrat yang masuk dalam tim pemenangan Pandji-Alirachman antara lain, Isbandi S.Sos, Nasrullah Ibad, Unas Nasrullah (pengurus DPC Demokrat Kota Serang) dan Untung Ciptadi (pengurus DPD Demokrat Banten).
Dimintai keterangannya, Ketua OKK DPC Demokrat Kota Serang, Embang Muis Ali mengakui adanya kader dan fungsionaris partai politiknya mendukung balon lain. Oleh karena itu, pihaknya menganggap para kader yang membalelo terhadap keputusan partai indispiner dan akan dikenakan sanksi indisipliner tersebut.
“Kalau kader tidak loyal terhadap keputusan partai dan tidak mengikuti serta mendukung calon yang sah yang didukung oleh partai untuk pa dirawat, mereka secara garis partai akan kita tindak,” imbuh dia. (sns)
Posted in Alasan Memilih H.Pandji Tirtayasa | Tags: Alasan, Alasan Memilih H.Pandji Tirtayasa
SERANG—Pasca Gagal mengusung pasangan calon pada Pilkada Kota Serang, Partai Persatuan Daerah (PPD) kemungkinan besar mendukung pasangan Pandji Tirtayasa-Alirachman kemabali. Demikian diungkapkan Ketua PPD Kota Serang, Tajudin, Jum’at (20/6).
Namun demikian, kendati keputusan itu sudah diambil PPD, pihaknya masih menunggu hasil akhir dari Koalisi Maslahat yang baru akan memutuskan akan mendukung pasangan calon mana dalam Pilkada Kota Serang ini.
“Kalau saya (PPD, red) akan kembali mendukung pasangan Pandji, tapi karena kita masih memiliki ikatan koalisi dengan Maslahat, kita menunggu hasil akhir kepada siapa kita akan memberikan dukungan,” katanya seraya menuturkan bahwa keputusan tersebut baru akan diambil hari ini.
“Kita akan membahasnya malam nanti (kemarin, red) dan akan mengambil keputusan apakah Koalisi Maslahat ini akan mendukng calon lain atau tidak memilih sama sekali,” lanjutnya.
Disinggung mengapa pilihan PPD jatuh kepada pasangan Pandji. Menurutnya, pasangan ini yang cocok memangku jabatan walikot dan wakil walikota dengan segudang pengalamannya di pemerintahan. “Keduanya adalah orang pemerintahan yang dibutuhkan untuk mengawal Kota Serang diawal terbentuknya kota ini,” imbuhnya. (Tim)
Posted in Uncategorized | Tags: Uncategorized
SERANG — Harapan keluarga Rahmat (35), warga Desa Sawah Luhur, Kabupaten Serang, Banten mendapatkan beras murah melalui program beras untuk keluarga miskin (raskin) malah berbuntut kejengkelan.
Pasalnya, beras yang dibeli de-ngan harga Rp 1.500 per kg itu berbau apek. Warnanya tidak putih susu tapi warna kuning. Di beberapa bagian, beras itu menggumpal dengan jamur (fungi) berwarna kehijau-hijauan sebagai perekatnya. Beras itu jika ditekan sedikit langsung hancur seperti dibuat tepung. Terkadang, dia menemukan kutu-kutu beras warna hitam pekat.
”Kami coba memasaknya dua cangkir, yang jadi bukan nasi, tapi jadi bubur. Baunya tidak enak seperti dedek (makanan untuk bebek atau ayam-red),” kata Rahmat kepada SH, Rabu (7/9). Keluarga ini akhirnya memutuskan untuk mengembalikan raskin ke kantor Desa Taktakan dan meminta uang pembelian raskin.
Rahmat mengaku, beras raskin memang lebih murah dibandingkan dengan beras di pasaran yang bisa mencapai Rp 2.300 per liter (bukan kg). Padahal tahun 2004, raskin ini masih bisa dimasak dengan baik, meski harus dicampur dengan beras dari pasaran. Jika tidak dicampur dengan beras dari pasaran, dipastikan nasi asal raskin berbau apek yang kuat.
”Campurannya, kalau memasak raskin dua cangkir ditambah dengan beras biasa setengah hingga satu cangkir. Baunya bisa kurang banyak.
Selain itu, biar nasinya jadi banyak. Maklum, anak saya 4 orang. Kalau lauk pauknya, ya seadanya. Tuh dari sana,” katanya. Dia lalu menunjukan halaman rumahnya yang ditanami kacang panjang, cabe rawit, terong, tomat dan tanaman palawija lainnya.
Dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang terus naik, Rahmat membenarkan, adanya raskin sangat membantu mengurangi beban ekonomi yang harus ditanggung keluarganya. Misalnya, saat ini harga beras paling murah berkisar Rp 2.500-Rp 3.500 per kg, minyak sayr atau minyak curah Rp 7.000 per kg, gula Rp 6.500 per kg dan sebagainya.
Rahmat sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP) tercatat sebagai buruh tani. Namun pada hari-hari tertentu, dia menjadi tukang becak yang biasa mangkal di daerah Pasar Lama, Kota Serang. Dia mengaku, penghasilannya berkisar Rp 10.000-Rp 20.000 per hari, belum dipotong sewa becak Rp 1.000 per hari, makan dan rokok.
Rupanya, Rahmat tidak sendirian. Para penyalur raskin di tingkat desa, pekan lalu ramai-ramai mendatangi Kantor Perum Bulog Sub-Divre Banten untuk memprotes kondisi raskin yang banyak dikembalikna penerima raskin seperti terjadi di Kecamatan Taktakan, Kasemen, Walantaka, Keragilan, Cikande, Pontang, Tirtayasa dan sejumlah kecamatan lainnya.
Tahun 2005, Provinsi Banten yang terdiri dari 4 kabupaten dan 2 kotamadya mendapatkan jatah raskin sebanyak 54.000 ton. Raskin ini diperuntukan lebih 200.000 keluarga dengan alokasi 20 kg per keluarga per bulan.
Kepala Seksi Pelayanan Publik Perum Bulog Sub-Divre Banten, Lukmansyah membenarkan keadaan raskin yang didistribusikan tahun ini. Penyebabnya, beras itu sudah tersimpan lama di gudang akibat penyaluran raskin tahun 2004 tersendat-sendat. ”Kami hanya bertugas menyalurkan raskin, bukan sebagai penanggung jawab,” katanya.
Langgar Ketentuan
Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Serang, Pandji Tirtayasa menyatakan, penjualan raskin dengan harga Rp 1.250-Rp 1.500 per kg sudah melanggar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Seharusnya, raskin itu dijual dengan Rp 1.000 per kg, tidak boleh lebih.
”Untuk membantu, pendistribusian Pemkab Serang membantu Rp 25 per kg raskin yang didistribusikan di wilayah Serang. Ongkos ini hingga ke titik penerima raskin, bukan hanya sampai di kecamatan,” kata Pandji.
Dia menambahkan, Perum Bulog Sub Divre Banten harus bertanggung jawab atas penjualan di atas ketentuan tersebut. Bahkan Pandji mengaku menerima laporan penjualan raskin tidak dalam satuan kilogram, tetapi liter.
Namun Lukmansyah, Kasi Pelayanan Publik Perum Bulog Subdivre Banten mengatakan, ongkos distribusi itu diterima para penyalur, bukan Perum Bulog. Ini berarti tanggung jawab itu berada di penyalur raskin yang rata-rata aparat desa setempat.
Carut-marutnya pendistribusian raskin di Banten sebenarnya bukan masalah baru. Terbukti, Agun Gunawan, mantan Koordinator Penyaluran Raskin divonis 2,5 tahun karena mengkorupsi uang setoran raskin Rp 2,6 miliar pada tahun 2004. Sedangkan Abdul Hanan, mantan Kabag Perekonomian Pemkab Serang diadili karena menjual 140 ton raskin ke pedagang beras, bukan keluarga miskin.
Bahkan Kantor Perum Bulog Sub Divre Banten pernah didatangi ramai-ramai oleh kepala desa tahun 2004. Pasalnya, para kepala desa itu hanya diminta tanda tangan berita acara penyerahan raskin, kemudian diberi uang Rp 300.000-Rp 500.000 per kepala desa. Sedangkan raskin itu sendiri tidak pernah sampai di desa yang dimaksudkan.
Namun Fauzi, pegawai yang dituduh melakukan hal itu membantah. Menurut dia, beras raskin itu sudah dibagikan kepada keluarga miskin, hanya berita acara serah terimanya dilakukan kemudian hari, bukan pada saat pendistribusian raskin.
Sedangkan, sejumlah kepala desa mengaku raskin memang tidak dijual kepada keluarga yang sudah menjadi tujuan program ini. ”Sistem pembayarannya kan lain sekarang. Kita harus membayar secara tunai pada saat membawa raskin. Ini berarti kita harus mengeluarkan uang sendiri. Lha, raskin itu milik kita. Kalau saya jual Rp 1.000, Cuma punya untung Rp 100, belum dikurangi ongkos angkut dan kuli. Lebih baik saya jual ke pedagang Rp 1.500. Ini sudah jual beli,” kata Kades Margaliyi, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, Maman F.
Kumaro Syifai dan Munib Awwab, anggota DPRD Serang dari Fraksi Partai Golkar mengusulkan agar program raskin dihentikan dan diganti dengan program yang lebih tepat sasaran. ”Mekanismenya harus menyertakan masyarakat, sehingga mereka merasakan program ini, bukan sekadar objek. Kalau bisa bubarkan saja Perum Bulog itu,” kata Munib Awwab.
Sebenarnya, program raskin telah berjalan bertahun-tahun dan ribuan ton beras berhamburan. Tetapi persoalan sama selalu terulang setiap tahun, yaitu penjualan di atas harga ketentuan, dijual bukan kepada sasaran dan terjadinya ”kebocoran” di bidang pendistribusian dan pembayaran raskin yang dibeli secara tunai oleh keluarga miskin.
Rupanya, pengalaman bagi program ini tidak ingin dijadikan guru oleh pengambil kebijakan dan pelaksana program raskin. Buktinya, program ini terjebak pada soal yang sama, mirip pepatah keledai yang tiga kali terpelosok lubang yang sama. n
Posted in Uncategorized | Tags: Kota Serang, Uncategorized